JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN II
“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT”
DISUSUN OLEH :
NAMA : NADIYA QOTRUNNADA TOHIRI
NIM : A1C118073
KELAS : REGULER B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN II
I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat
II. Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan kali ini adalah :
1. Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya.
2. Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat.
3. Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.
IV. Landasan Teori
Asam oksalat adalah suatu asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah, mempunyai wujud padat dan berwarna putih yang berbentuk kristal monoclinic prisma atau granula dan mempunyai titik leleh sebesar 187˚C. Apabila dipanaskan Asam oksalat ini umumnya akan terurai menjadi asam formiat dan karbondioksida (CO2) jika suhu pemanasan diatas 175˚C. Kegunaan asam oksalat ini pada laboratorium bisa digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Pada kehidupan sehari-hari, asam oksalat ini dapat berfungsi sebagai pelapis besi. Asam oksalat atau asam etanadioat ini dapat dibuat dengan cara reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim Kimia Organik II, 2020).
Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus H2C2O4 dan mempunyai nama lain yaitu asam etanadioat. Asam oksalat ini merupakan asam dikarboksilat yang paling sederhana sehingga mudah digambarkan dengan rumus HOOC-COOH dan merupakan asam organik yang kuat yaitu 10.000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Pada anionnya, asam oksalat ini dikenal dengan agen preduktor juga oksalat. Asam oksalat terdistribusi dalam bentuk garam pottasium dan kalsium yang biasanya terdapat pada daun, akar dan rhizoma dari berbagai macam tanaman. Asam oksalat juga terdapat pada air kencing manusia dan juga hewan yang berbentuk garam kalsium (Fessenden, 1982).
Asam oksalat ini merupakan suatu senyawa dikarboksilat yang dapat berfungsi sebgai bahan dasar dalam pembuatan berbagai produk kimia pada industri. Asam oksalat ini ternyata juga dapat digunakan sebagai bahan peledak, pembuatan zat warna seperti crayon, lilin, tinta bahkan bahan kimia dalam fotografi untuk keperluan penelitian dalam laboratorium. Pada bidang industri logam, asam oksalat ini dapat berfungsi sebagai pelindung dari korosif dan pembersih radiator otomotif dan metal. Sedangkan pada bidang obat-obatan, asam oksalat dapat berfungsi sebagai haemostatik dan antiseptik luar. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembuatan asam oksalat ini adalah konsentrasi pelarut, waktu reaksi, suhu, dan volume pelarut (Irma Ramadhani Dkk, 2016).
Asam oksalat memiliki rumus kimia H2 C2 O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat yang paling sederhana ini digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organik yang relatif kuat 10000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Asam oksalat ada dua macam yaitu asam oksalat anhidrat dan asam oksalat dihidrat. Asam oksalat dapat disiapkan dengan cara mengoksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan adanya sejumlah kecil pentoksida vanadium sebagai katalis. Padatan terhidrasi dapat mengalami dehidrasi dengan panas atau dengan destilasi azeotrop. Asam oksalat anhidrat anda sebagai dua polimorf, di salah satu ikatan hidrogen. Hasil Panda struktur seperti rantai Sedang pada ikatan hidrogen dalam bentuk lain mendefinisikan struktur lembaran karena bahan anhidrat bersifat asam dan hidrofilik digunakan dalam esterifikasi (Gusnidar,2010).
Asam oksalat, ethanediocid adalah salah satu bagian dari asam karboksilat yang memiliki rumus molekul C2H2O4. Secara komersional asam oksalat dikenal dalam bentuk padatan dihidrat yang memiliki rumus molekul C2H2O4.2H2O. Kegunaan asam oksalat sangat banyak antara lain sebagai bahan pencampur zat warna dalam industry tekstil dan cat, menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching. Asam okslat pada industry logam dipakai sebagai bahan pelapis yang melidungi logam dari kerak, sedangkan dalam pabrik polimer dipakai sebagai inisiator. Asam oksalat digunakan untuk metal treatment, oxalate coating, anodizing, metal eleaning, textile dan dyeing. Penggunaan asam oksalat yang sangat luas menyebabkan banyaknya metode-metode sintesis asam oksalat. Proses sintesis asam okslat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu di antaranya sintesis dari natrium formiat, fermentasi glukosa, pleburan alkali dan oksidasi karbohidrat dengan HNO3 (Hermanto,2008).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Labu dasar datar 750ml - Corong Gelas
- Corong Buchner - Gelas piala 500ml
- Kasa, kaki tiga bunsen - Penangas
- Gelas Ukur - Termometer
- Pengaduk
5.2 Bahan
- Gula pasir 200 gr
- Asam Nitrat Pekat 100ml
- Etanol
VI. Prosedur Kerja
Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah :
1. Dimasukkan 20 gr gula pasir kedalam labu dasar datar berukuran 750 ml.
2. Ditambahkan 100 ml asam nitrat pekat.
3. Dipanaskan campuran zat tersebut diatas penangas air perlahan-lahan hingga mendidih.
4. Diangkat labu datar jika sudah timbul uap coklat NO2.
5. Dipindahkan labu datar tadi keatas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan, biarkan selama 15 menit.
6. Dituangkan hasil reaksi kedalam gelas piala berukuran 50 ml, labu dicuci dengan 20 ml air dingin dan air cucian dimasukkan kedalam gelas piala yang lain.
7. Ditambahkan 20 ml asam nitrat pekat.
8. Diuapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 20 ml.
9. Ditambahkan 40 ml air ke dalam larutan yang tinggal 20 ml, kemudian diuapkan lagi sampai volume tinggal 20 ml.
10. Dinginkan larutan dalam air es, kristal asam oksalat segera terbentuk.
11. Disaring kristal asam oksalat yang terbentuk dengan corong buchner.
12. Direkristalisasi asam oksalat yang diperoleh dengan melarutkannya dalam air panas, lalu dinginkan untuk mendapatkan kristal yang murni.
13. Disaring, keringkan dan periksa titik lelehnya.
14. Bila belum murni, maka murnikan lagi kristal asam oksalat dengan cara rekristalisasi kembali dalam air panas.
Berikut vidio mengenai pembuatan asam oksalat :
Permasalahan :
1. Jika asam nitrat pekat pada percobaan ini diganti dengan asam pekat lainnya, misalnya asam sulfat pekat. Apakah akan tetap membentuk asam oksalat?
2. Mengapa untuk mempeoleh kistal asam oksalat yang murni di perlukan peran air panas?
3. Mengapa pada membuatan asam oksalat harus melalui tahap penguapan berulang?
Saya Bella Veronica (A1C118095) akan mencoba menjawab permasalahan nadiya nomor 2 mengapa diperlukan peran air panas, berdasarkan literatur yang sudah saya baca perannya ialah terhadap suhu. Suhu berpengaruh pada konstanta kecepatan reaksi. Jika suhu tinggi, konstanta
BalasHapuskecepatan reaksi semakin besar sehingga reaksi semakin cepat dan kristal yang diinginkan didapatkan. Tetapi suhu yang terlalu tinggi akan menguraikan asam oksalat yang dapat membentuk senyawa lain.
Saya jony erwin (098) akan mencoba menjawab permasalahan no 3
BalasHapusuntuk mendapatkan hasil yang diinginkan sehingga hasil inilah yang akan didinginkan sehingga dapat dilakukan tahap kristalisasi
Saya Susilawati (091) akan menjawab permasalahan no 1.
BalasHapusMenurut saya bisa, karena proses pembentukan asam oksalat bisa di buat dari bahan seperti serbuk kayu, dan sebagainya.