JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 1
“ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT”
DISUSUN OLEH :
NAMA : NADIYA QOTRUNNADA TOHIRI
NIM : A1C118073
KELAS : REGULER B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 1
I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat
II. Hari/Tanggal : Sabtu, 10 Oktober 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1. Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa aromatik.
2. Dapat mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang tersubstitusi.
IV. Landasan Teori
Asam pikrat (2,4,6 – trinifenol) adalah suatu turunan dar fenol. Reaksi pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh secara langsung dari asam nitrat dengan fenol, karena fenol terlalu sensitive terhadap reaksi oksidasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, maka dalam prosedurnya fenol harus terlebih dahulu di sulfonasi untuk pembentukan asam 2,4- disulfonat dan kemudian ditambahkan asam nitrat untuk reaksi campurannya. Gugus asam sulfonat dapat melindungi fenol ari oksidasi dari asam nitrat dan baru kemudian gugus-gugus asam tersebut akan pelan-pelan digantikan oleh gugus nitro. Hasil kemungkinan yang diperoleh melalui pratikum dilaboratorium sekitar 65-70% (Tim Penuntum Kimia Organik II, 2020 ).
Asam pikrat merupakan derivative dari fenol pada reaksi nitrasi yang terjadi. Reaksi nitrasi merupakan agregasi satu atau lebih gugus nitro (-NO2) yang berikatan dengan karbon yang berperan sebagai senyawa nitroaromatik atau nitroparafin. Bisa juga bereaksi pada oksigen sebagai senyawa nitrat ester ataupun pada nitrogen sebagai senyawa nitramina (Fessenden, 1992).
Dalam pembentukan asam pikrat, reaksi yang berlangsung adalah substitusi elektrofilik, substitusi elektrofilik terjadi ketika reagen yang berperan bersifat elektrofilik. Reaksi ini terjadi pada senyawa aromatis, tidak hanya pada senyawa yang monosiklis seperti benzena, tetapi juga bisa pada senyawa yang polisiklis seperti naftalena, dan senyawa heteroatomik seperti furan, pirol, dan tiofena. Selanjutnya terjadi reaksi nitrasi pada substitusi elektrofilik, dimana reaksi tersebut terjadi pada benzena dan asam nitrat dengan bantuan katalis asam sulfat pekat (Rizki triana, 2018).
Asam pikrat memiliki sifat mudah meledak atau merupakan senyawa kimia eksplosif. Asam pikrat merupakan produk sintesis secara elektrofilik antara asam nitrat dan fenol hingga menghasilkan 2,4,6-trinitrofenol. Asam pikrat memiliki karakteristik fisik berupa kristalin kuning dan merupakan senyawa yang sangat beracun. Reaksi substitusi elektrofilik aromatik terjadi ketika pindahnya atom hidrogen (proton) aromatik oleh suatu gugus atau spesi elektrofilik. Pembuatan asam pikrat didasarkan pada reaksi substitusi elektrofilik dengan penambahan fenol dan HNO3 serta H2SO4 ke dalam campurannya (Harvey, 2000).
Fenol merupakan reaktan utama yang mempunyai cincin aromatik dan gugus ÐOH. Gugus ÐOH merupakan gugus pendorong elektron yang akan mengaktifkan inti benzen, sekaligus pengarah orto- para. Asam sulfat berfungsi sebagai reagen utama yang memiliki dua fungsi, pertama sebagai reaktan yang akan melindungi posisi para pada fenol, sekaligus mengurangi kereaktifan fenol, membentuk 4Ðhidroksi benzena sulfonat (dian,2017).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Labu dasar datar 1 Liter
2. Corong Buchner
3. Corong ø 7cm
4. Balok kayu 10x10x3cm2
5. Gelas Piala 200 ml
5.2 Bahan
1. 8 gr Fenol
2. 10 ml Asam Sulfat Pekat
3. 30 ml Asam Nitrat Pekat
VI. Prosedur Kerja
1. Dimasukkan 8 gr fenol kedalam labu dasar datar berukuran 1L .
2. Ditambahkan asam sulfat pekat 10 ml, lalu dikocok sampai terasa panas.
3. Dipanaskan labu selama 30 menit di atas penangas air, kemudian labu didinginkan meggunaka air es.
4. Diletakkan labu datar diatas balok kayu pada lemari asam.
5. Ditambahkan asam nitrat pekat sebanyak 30 ml, dicampur larutan dengan cara dikocok selama beberapa menit.
6. Didiamkan campuran, akan terjadi reaksi dan menghasilkan uap berwarna coklat keluar dari labu.
7. Dipanaskan kembali labu dengan penangas air selama 1,5 jam sembari dikocok.
8. Ditambahkan air sebanyak 100 ml apabila pemanasan telah sempurna dilakukan. Lalu,didinginkan labu menggunakan air es.
9. Disaring kristal yang diperoleh dengan corong Buchner, lalu cuci dengan air agar asam-asam organik dapat hilang.
10. Dikristalkan kembali asam pikrat yang diperoleh dalam campuran etanol sebanyak 90 ml dan air dengan perbandingan 1:2
11. Diuapkan.
12. Didinginkan kembali agar didapatkan kristal asam pikrat dan ditentukan titik lelehnya.
Berikut vidio mengenai pembuatan asam pikrat :
Permasalahan :
1. Mengapa pada pembuatan asam pirkrat dilakukan proses kristalisasi berulang?
2. Dalam pembuatan asam pikrat digunakan bahan berupa fenol, bagaimana jika pada pembuatan asam pikrat tersebut diganti dengan alkohol lain?
3. Mengapa asam-asam organik di hilangkan dari kristas yang telah di peroleh?

Saya Bella Veronica dengan NIM A1C118095 akan mencoba menjawab permasalahan no.1 menurut saya kenapa dilakukan berulang-ulang hal tersebut karena agar didapatkan rendemen yang lebih murni. Terimakasih
BalasHapusSaya Nely Frisca NIM A1C118036 akan menjawab pertanyaan Nadiya nomor 2. Dalam pembuatan asam pikrat fenol merupakan bahan baku utama yang mempunyai cincin aromatik dan gugus -OH. Gugus -OH merupakan gugus pendorong elektron yang akan mengaktifkan cincin benzena sekaligus pengarah orto dan para. Jika diganti dengan alkohol lain maka tidak dapat menghasilkan asam pikrat.
BalasHapusSaya jony erwin (098) saya akan menjawab permasalhan no 3
BalasHapusmenurut saya itu supaya zat zat pengotor yang ada pada kristal itu dapat hilang sehingga di peroleh kristal yang bersih untuk dapat dilakukan pemurnian kristal tsb dan juga mendapatkan asam pikrat yg murni