JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN IX
“ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)”
DISUSUN OLEH :
NAMA : NADIYA QOTRUNNADA TOHIRI
NIM : A1C118073
KELAS : REGULER B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN IX
I. Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)
II. Hari/Tanggal : Jumat / 27 November 2020
III.Tujuan : Adapun tujuan pada percobaan ini antara lain :
1. Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid
2. Dapat mengenal sifat-sifat kimia flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan
IV. Landasan Teori
Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang memiliki 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu 2 cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6 yang artinya kerangka karbonnya terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik 3 karbon.Tumbuhan yang mengandung flavonoid banyak dipakai dalam pengobatan tradisional. Hal tersebut disebabkan flavonoid mempunyai berbagai macam aktivitas terhadap macam-macam organisme. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antifungi,diuretik, anthistamin,antihipertensi, antiinsektida, antivirus dan menghambat kerja enzim (Tim Kimia Organik II, 2020).
Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam yang terbesar. Slaah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid adalah tumbuhan callicarpa longifolia yang berasal dari famili Verbeneccue yang dikenal dengan nama umum kerehau. Tumbuhan ini merupakan kelompok tumbuhan penghuni hutan tropis yang terbesar disebagian wilayah indonesia terutama hutan kalimantan. Kerehau merupakan tumbuhan berbentuk semak dengan tinggi 1-5 m. Daun kerehau berbentuk kecil seperti pisau dengan ukuran 13x5 cm, berbulu pendek, padat dan berigi (Istianti, 2014).
Flavonoid adalah metabolit sekunder dari porifenol ,ditemukan secara luas pada tanaman serta makanan dan memiliki berbagai efek bioaktif termasuk antifirus , antiinflamasi senyawa flavonoid adalah senyawa yang ememiliki 15 atom karbon, flavonoid juga terdapat dalam semua tumbuhan hijau , sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan (Arifin,2018).
Senyawa flavonoid berbeda dengan biflavonoid. Keduanya merupakan salah satu aglikon pada metabolit sekunder glikosida bedanya pada strukturnya. Biflavonoid merupakan senyawa dengan struktur 2kali flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol sehingga sifatnya agak asam sehingga umumnya akan larut dalam pelarut polar. Sebelum masuk ke peroses ekstraksi tanaman yang akan diambil senyawa flavonoidnya perlu melewati tahapan pemulihan tumbuhan segar, dikeringkan dalam tanur pada suhu 100 derajat celcius, digiling lalu dibentuk serbuk halus kemudian dapat diekstraksi menggunakan pelarutnya yang sudah ditentukan (Mandasari, 2017).
Untuk flavonoid, identifikasi yang bisa dilakukan adalah melalui tes shinoda menggunakan tes FeCl3 dan uji penambahan NaOH. Kadar senyawa ini pada tanaman tertentu atau pada zat tertentu. Penetapan kadar bisa dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri, KLT. Alat spektrofotometri perlu dipersiapkan pereaksi, larutan induk, larutan blanko dan larutan sampel (Firman, 2001)
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
Erlenmeyer 250 ml
Gelas Kimia 200 ml
Lumpang
Gelas Ukur
5.2 Bahan
Pereaksi Dragendorft
Klorofm
NaOH padatan
Tabung reaksi 20 bh
Pereaksi Meyer
Etanol
Iodine
Plat Tetes
Pereaksi Wagner
Metanol
Brusin
Pipet Tetes
Shinoda
Heksan
KI
Corong Gelas
VI. Prosedur Kerja
1. Sebanyak 0,5 gram simpilsa tumbuhan yang telah dihaluskan diekstraksi dengan 10 ml etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi.
2. Hasil ekstrak disaring dan filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat kemudian tambahkan beberapa tetes HCl pekat
3. Selanjutnya ditambahkan lebih kurang 0,2 gr bubuk magnesium
4. Apabila timbul warna merah tua maka menandakan contoh mengandung flavonoid. (Cara uji teknik shinoda (Mg + HCl))
5. Adapun cara lain pada pengujian flavoboid yakni dengan menambahkan ekstrak etanol diatas dengan 2 tetes NaOH 10%.
6. Jika terjadi perubahan warna kuning-orange merah maka senyawa mengandung flavonoid lalu amati hasil percobaan.
Permasalahan
1. Apa fungsi HCl pada percobaan ini?
2. Pada saat Sebanyak 0,5 gram simpilsa tumbuhan yang telah dihaluskan diekstraksi dengan 10 ml etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi, bagimana jika lebih dari 5 menit?
3. Pada percobaan ini digunakan NaOH 10%, Bagaiman jika yang digunakan persentasenya lebih besar. Apakah memengaruhi hasil yang di peroleh?
Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Adapun fungsi HCl dalam percobaan ini digunakan untuk membentuk garam flavillium yang berwarna merah yang dapat menandakan bahwa suatu sampel (+) mengandung senyawa flavonoid, dimana pada uji flavonoid ini digunakan Mg+HCl untuk menguji adanya kandungan flavonoid dalam suatu sampel. Terimakasih.
BalasHapusSaya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 3 menurut saya penambahan presentase NaOH akan mempengaruhi hasil nya,di karenakan jumlah bahan yang di gunakan telah sesuai kan dgn NaOH,apabila presentase di naik kan makan jumlah bahan yang di gunakan harus di sesuaikan
BalasHapusBaiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 2 dari dari saudari .
BalasHapusPemanasan lebih dati 5 menit maka hasil yang akan disapatkan lwbih swsikit dari waktu 5 menit, dan bisa saja mempengaruhi hasil yang didapatkan.
Terimakasih.