Langsung ke konten utama

Jurnal Percobaan V PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  V

PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

 


DISUSUN OLEH :

NAMA : NADIYA QOTRUNNADA TOHIRI

NIM : A1C118073

KELAS : REGULER B 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

PERCOBAAN V

I. Judul                  : Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol

II. Hari/Tanggal   : Jumat / 13 November 2020

III. Tujuan            : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1.      Dapat memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa.

2.      Dapat memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat.

3.      Dapat mempelajari cara pembuatan asam benzoat dan benzil alcohol.

 

IV. Landasan Teori

            Asam benzoat merupakan senyawa organik yang berwujud padat, berwarna putih dan memiliki bau menyengat dengan titik leleh 122-123˚C dan kristalnya berbentuk monoklin. Benzil alkohol pada suhu kamar berwujud cair dan tidak berbau. Kedua senyawa ini dapat dibuat bersamaan dari bahan benzaldehide yang ditambahkan basa kuat lalu dipanaskan. Benzaldehide ini merupakan senyawa aldehide yang memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dengan nukleofil seperti OH, CN, NH3, Ion C- (karban) dan sebagainya. Ion karban dapat dihasilkan dari reaksi senyawa aldehid yang memiliki H alfa dengan suatu basa kuat. Ion karban yang terbentuk ini akan dapat bereaksi lebih lanjut dengan aldehide untuk membentuk senyawa - hidroksi aldehid. Tipe reaksi ini lebih dikenal dengan nama kondensasi aldol (Tim Kimia Organik II, 2020).

            Reaksi cannizaro yaitu reaksi kebalikan dari kondensasi aldol. Kondensasi aldol ini akan memberikan suatu produk aldehida . Kata aldol disini berasal dari aldehida dan alkohol yang merupakan produk yang terbentuk dari reaksi tersebut. Reaksi kondensasi merupakan reaksi dimana dua molekul atau lebih bergabung menjadi satu molekul yang lebih besar tanpa hilangnya suatu molekul kecil. Kondensasi aldol ini merupakan suatu reaksi yaitu tidak melepaskannya suatu molekul kecil. Sedangkan suatu aldehida tanpa hidrogen  tentunya tidak dapat menjalani adisi diri untuk menghasilkan produk aldol. Hal ini dikarenakan suatu aldehida tanpa hidrogen (Fessenden, 1986).

            Benzil alkohol sering disebut juga fenilmetanol atau phenylcarbinol yaitu merupakan suatu cairan yang berwarna jernih kekuning-kuningan dan mempunyai bau yang lembut. Benzil alkohol ini memiliki titik lebur 15 dan titik didih 205˚C. Benzil alkohol ini termasuk kedalam golongan alkohol primer. Senyawa benzil alkohol ini dapat larut dalam air dan juga eter. Benzil alkohol ini ternyata juga mempunyai kekuatan polaritas yang kuat dan mampu membatasi daya larut air. Hal ini lah yang menyebabkan benzil alkohol ini mempunyai sifat sebagai pelarut yang lain, toxisitas, dan memiliki tekanan uap air yang rendah. Benzil alkohol ini juga digunakan sebagai bahan pelarut umum untuk tinta, cat, pernis, epoxy damar mantel, dan sebagai degreasing agen didalam reaksi kimia ( Astawan, 2015).

            Benzyl alcohol dapat direfluks dengan cara menambahkan kalium permanganat (KmnO4) ataupun oksidator lainnya dalam air. Campuran ini kemudian akan disaring dengan tujuan dapat memisahkan mangan oksida dari campuran, kemudian didinginkan pada suhu ruangan agar didapatkan asam benzoate. Benzyl alcohol ini dipisahkan dari asam benzoat dengan cara menggunakan metode pemisahan destilasi (Hart, 2003).

            Reaksi cannizzaro dapat dilakukan dengan mereaksikan benzaldehid dan KOH dengan menggunakan metode refluks, ekstraksi dan destilasi sehingga diperoleh benzil alkohol yang berbentuk cairan dan asam benzoat yang berbentuk padatan. Prinsip kerja refluks adalah untuk mengisolasi senyawa yang dihasilkan karena benzil alkohol  bersifat volatil (mudah menguap) sehingga dengan adanya kondensor refluks yang berbentuk bola-bola maka uap akan didinginkan dan uapnya jatuh kembali ke dalam labu. prinsip kerja ekstraksi cair-cair yaitu memisahkan campuran larutan karena adanya perbedaan densitas dan kepolaran (Daintith, 1994).

           

V. Alat dan Bahan

     5.1 Alat

           - Erlenmeyer 250ml                              - Pendingin air (kondensor)

            - Labu dasar datar 300ml                    - Labu Destilasi

            - Corong Pisah                                    - Termometer

     5.2 Bahan

            - KOH padat 27gr                               - Larutan Natrium Bisulfit 20ml

            - MgSO4 5gr                                        - Benzaldehide 29ml

            - Asam Klorida Pekat 75ml                - Larutan Natrium Karbonat 10ml

            - Eter 120ml

 

VI. Prosedur Kerja

1.      Larutkan 27 gr kalium hidroksida padat dalam 25ml air dalam erlenmeyer.

2.      Tuangkan larutan kalium kedalam sebuah labu dasar datar yang berisi 29ml benzaldehide yang baru didestilasi.

3.      lalu kocok sampai terjadi emulsi, dan diamkan selama 10 jam dalam sebuah tempat yang tertutup rapat.

4.      Tambahkan air kira-kira 110ml untuk melarutkan endapan kalium benzoat yang terjadi.

5.      Pindahkan larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali, masing-masing dengan 30ml eter. Kocok kuat-kuat, diamkan sebentar sehingga terjadi dua lapisan, yaitu lapisan larutan dalam eter dan lapisan larutan dalam air.

6.      Pisahkan kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses tertentu.

7.      Masukkan kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter tadi, untuk memisahkan eternya dengan jalan destilasi, smapai volumenya tinggal 300 ml.

8.      Dinginkan sisa destilasi ini dan kocok beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5ml larutan jenuh natrium bisulfit gunanya untuk mengusir sisa benzaldehide yang masih ada.

9.      Cuci dengan 10ml larutan natrium karbonat (10%), kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5gr anhidrida magnesium sulfat.

10.  Saring destilatnya dan ditampung dalam labu destilasi.

11.  Panaskan diatas penangas air untuk memisahkan eter yang masih ada, kemudian teruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan destilat benzaldehide pada temperatur 200-206˚C.

12.  Bila benzaldehide yang ditampung itu tidak pada temperatur 200˚C, lakukan pemurnian kembali dengan mendestilasi lagi destilat tersebut.

13.  Bila destilat ditampung pada temperature mendekati titik didih benzaldehide, periksa kemurnian dengan melihat indeksnya.

14.  Simpan larutan dalam air (lapisan bawah) yaitu kalium benzoat kedalam satu campuran 75ml asam klorida pekat dalam 75ml air sambil diaduk dan tambahkan 100gr es.

15.  Apabila terjadi endapan asam benzoat, saringlah dan cuci dengan air kemudian uapkan untuk mendapatkan kristal asam benzoat. Periksalah titik lelehnya.

 

Permasalahan :

1.      Ketika dituangkan larutan kalium kedalam sebuah labu dasar datar yang berisi 29ml benzaldehide yang baru didestilasi. lalu dikocok sampai terjadi emulsi. Apa tujuan dari pengocokan sampai terjadi emisi tersebut?

2.      Pada percobaan sesuai peosedur kali ini, dicuci dengan 10ml larutan natrium karbonat (10%), apa yang terjadi jika digunakan natrium karbonat dengan persentase berbeda?

3.      Ketika dipindahkan larutan kedalam corong pisah, diekstraksi tiga kali, mengapa ekstraksi dilakukan tiga kali? Dan bagaimana jika ekstraksi lebih atau kurang dari tiga kali?

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan no 3, Dimana, adanya proses ekstraksi berulang ini dilakukan untuk memisahkan senyawa yang mempunyai perbedaan kelarutan yang berbeda/ memisahkan senyawa yang tidak saling bercampur dengan menambahkan eter sebanyak 30 ml sebagai pelarut sehingga dengan adanya penambahan eter tersebut terbentuklah dua lapisan larutan. Apabila ekstraksi yang dilakukan kurang dari tiga kali, maka pemisahan pada kedua lapisan yang terbentuk masih kurang sempurna, dan apabila dilakukan ekstraksi lebih dari tiga kali maka pemisahan lapisan pada kedua larutan tersebut menjadi sempurna. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Lutfi Praidha Amyarsita dengan NIM 015 akan menjawab permasalahan nomor 2. Jadi pengaruh perbedaan konsentrasi natrium karbonat ini akan berpengaruh terhadap filtrat yang didalat, dimana semakin besar konsentrasinya maka filtrat yang didapat akan lebih banyak.

    BalasHapus
  3. Saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 1 yaitu agar terjad8 reaksi sampai emulsi terjadi dan agar terbentuk endapan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Percobaan X ISOLASI SENYAWA p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (KAEMFERIAM GALANGA L)

VII. Data Pengamatan PERLAKUAN TUJUAN HASIL 1.Kita gunakan 100 gr serbuk kencur dan direndam dengan etanol 150 ml. kita aduk dan kita tutup selama 24 jam Untuk dilakukan ekstraksi Berwarna kuning kecoklatan dan masih ada terdapat serbuk kencur 2. Selanjutnya Kita saring dan kita ambil filtratnya di erlenmeyer, kemudian ditambahkan sisa serbuk didalam gelas kimia dengan 100 ml etanol, diaduk, dan disaring kembali lalu dijadikan satu dengan filtrat yang pertama yang ada dierlenmeyer tadi -  Etanol sebagai pelarut Filtrat kencur yang berwarna kuning kecoklatan 2. Selanjutnya dilakukan pemekatan dengan rotary evaporator  sampai volume fitrat sepertiga volume awal dari yang kita dapatkan pada proses maserasi. - Untuk menghilangkan pelarut 3. Kita masukkan aquades secara perlahan melalui dinding gelas kimia setelah selesai , tutup dengan alumunium foil. Untuk memaksimalkan jumlah kristal yang akan terbentuk nantinya Larutan menjadi berwarna putih 4. Letakaan di freezer sel...

Laporan Percobaan III PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

  VII. Data Pengamatan N O PERLAKUAN TUJUAN PENGAMATAN 1. Dimasukkan asam salisilat 5 gram ke dalam labu, lalu ditambahkan larutan asam asetat 1:1 (20 ml air : 20 ml asam asetat pekat sebanyak 1 ml (20 tetes) Penambahan asam sulfat berfungsi sebagai katalisator Dihasilkan larutan berwarna putih keruh 2. Kemudian, larutan tersebut di refluks sampai terjadi perubahan warna Dilakukannya refluks bertujuan untuk menyempurnakan hasil reaksi Terjadi perubahan warna larutan dari putih keruh menjadi warna bening   VIII. Pembahasan Sintesis aspirin dilakukan dengan proses reaksi asetilasi pada gugus fenol, di mana pada praktikum kali ini dilakukan asetilisasi asam salisilat menggunakan katalis proton. Hasil akhirnya berupa aspirin yang memiliki wujud berwarna putih, panjang, menyerupai jarum bening. Jika dilakukan pada suasana berair maka pemb...