VII. Data Pengamatan
NO. | PERLAKUAN | TUJUAN | PENGAMATAN |
1. | Disiapkan 100 gram bubuk kopi dalam gelas kimia, lalu ditambahkan 700 ml air panas secara bertahap, diaduk, kemudian ditambahkan magnet stirring. Kemudian ditambahkan 1 spatula asam sitrat. | Air panas digunakan untuk melarutkan bubuk kopi, dilakukan pengadukan untuk menghomogenkan larutan. Ditambahkan asam sitrat untuk memudahkan pemecahan kafein | Larutan berwarna coklat kehiataman |
2. | Disaring larutan, kemudian ampas kopi dicuci dengan aquades. Kemudian filtrate didinginkan pada suhu kamar. | Untuk memisahkan filtrate dengan ampas kopi. Didinginkan untuk menurunkan suhu larutan. | Dihasilkan filtrate berwarna coklat kehitaman dan ampas kopi tertahan pada kertas saring |
3. | Filtrat ditambahkan dengan larutan natrium hidroksida 20% | Untuk menurunkan kemampuan kafein dalam air | Larutan warna coklat kehitaman pH=11 |
4. | Dimasukkan filtrat kedalam corong pisah, lalu ditambahkan 200 ml etanol, kemudian diguncang dan didiamkan dilakukan ekstraksi sebanyak 3 kali. | Etil asetat berfungsi sebagai pelarut dalam ekstraksi | Terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna kuning bening dan lapisan bawah berwarna coklat kehitaman |
5. | Dikeluarkan lapisan atas. Kemudian dimasukan kembali kedalam corong pisah. Lalu, ditambahkan 100 ml Nacl. Dilakukan pencucian tersebut sebanyak 4 kali | Untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam air | Terbentuk dua lapisan dimana lapisan atas berwarna kuning bening dan lapisan bawah berwarna coklat kehitaman. |
6. | Lapisan atas ditambah dengan natrium sulfat anhidrit | Untuk mengikat air (drying agent) yang masih terdapat dalam larutan | Larutan berwarna kuning keorangean dan didasar erlenmeyer terdapat endapan |
7. | Disaring larutan dan dilakukan destilasi. | Dilakukan destilasi untuk mengumpulkan pelarut | Dihasilkan destilat berwarna bening dan larutan berwarna coklat |
8. | Disaring larutan berwarna coklat. Lalu larutan dipanaskan | Untuk menghilangkan beberapa partikel padat yang mengendap | Larutan menempel pada dinding gelas kimia. |
9. | Larutan yang menempel ditambahkan etanol 99,5%. Kemudian di saring. | Sebagai pelarut untuk melarutkan zat yang menempel pada gelas kimia | Larutan berwarna orange sedikit kecoklatan |
10. | Dipanaskan larutan tersebut kemudian ditambahkan lagi etanol. Lalu, didinginkan pada suhu kamar. Kemudian larutan disaring. | Untuk proses rekristalisasi. Didinginkan untuk mempercepat pembentukan kristal. | Diperoleh kristal kafein berwarna kekuningan sebanyak 1 gram. |
Pada percobaan kali ini, isolasi senyawa bahan alam pada alkaloid. Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu agar dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam terutama pada alkaloid, dan agar dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik. Alkaloid yaitu senyawa organic yang terdapat dialam dan biasanya bersifat basa dan terasa pahit. Alkaloid bersifat basa dikarenakan adanya atom Nitrogen pada molekul tersebut. Semua jenis alkaloida mengandung atom nitrogen paling tidak satu setiap molekul. Setiap alkaloid yang ditemukan dalam alam masing-masing mempunyai kemampuan biologis tertentu. Ada yang sangat berguna dalam kehidupan seperti pada bidang pengobatan, namun ada juga sebagian yang sangat beracun tergantung kemampuan biologisnya. Alkaloid ini biasanya diperlukan dalam bidang kesehatan seperti dalam pembuatan obat-obatan, baik obat ramuan tradisional maupun non tradisional.
Pada percobaan ini, mula-mula disiapkan 100 gram bubuk kopi dalam gelas kimia, lalu ditambahkan 700 ml air panas secara bertahap, dilakukan pengadukan, kemudian ditambahkan magnet stirring. Kemudian ditambahkan 1 spatula asam sitrat. Air panas digunakan untuk melarutkan bubuk kopi, dilakukan pengadukan untuk menghomogenkan larutan. Ditambahkan asam sitrat untuk memudahkan pemecahan kafein. Hasilnya larutan berwarna coklat kehiataman. Disaring larutan, kemudian ampas kopi dicuci dengan aquades. Kemudian filtrate didinginkan pada suhu kamar. Tujuannya Untuk memisahkan filtrate dengan ampas kopi. Didinginkan untuk menurunkan suhu larutan. Dihasilkan filtrate berwarna coklat kehitaman dan ampas kopi tertahan pada kertas saring. Setelah itu Filtrat ditambahkan dengan larutan natrium hidroksida 20%. Tujuannya untuk menurunkan kemampuan kafein dalam air. Hasilnya larutan warna coklat kehitaman pH=11.
Kemudian dimasukkan filtrat kedalam corong pisah, lalu ditambahkan 200 ml etil asetat, kemudian diguncang dan didiamkan dilakukan ekstraksi sebanyak 3 kali. Etil asetat berfungsi sebagai pelarut dalam ekstraksi. Maka Terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna kuning bening dan lapisan bawah berwarna coklat kehitaman. Dikeluarkan lapisan atas. Kemudian dimasukan kembali kedalam corong pisah. Lalu, ditambahkan 100 ml Nacl. Dilakukan pencucian tersebut sebanyak 4 kali. Tujuannya Untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam air. Terbentuk dua lapisan dimana lapisan atas berwarna kuning bening dan lapisan bawah berwarna coklat kehitaman. Selanjutnya Lapisan atas ditambah dengan natrium sulfat anhidrit. Fungsi natrium sulfat anhidrat yaitu Untuk mengikat air atau drying agent yang masih terdapat dalam larutan. Hasilnya Larutan berwarna kuning keorangean dan didasar erlenmeyer terdapat endapan. Setelah itu Disaring larutan dan dilakukan destilasi. Dilakukan destilasi untuk mengumpulkan pelarut. Dihasilkan destilat berwarna bening dan larutan berwarna coklat. Disaring larutan berwarna coklat. Lalu larutan dipanaskan. Tujuannya Untuk menghilangkan beberapa partikel padat yang mengendap. Hasilnya Larutan menempel pada dinding gelas kimia. Larutan yang menempel ditambahkan etanol 99,5%. Kemudian di saring. Fungsi etanol Sebagai pelarut untuk melarutkan zat yang menempel pada gelas kimia. Dihasilkan Larutan berwarna orange sedikit kecoklatan. Kemudian Dipanaskan larutan tersebut kemudian ditambahkan lagi etanol. Lalu, didinginkan pada suhu kamar. Kemudian larutan disaring. Tujuannya Untuk proses rekristalisasi. Didinginkan untuk mempercepat pembentukan kristal. Diperoleh kristal kafein berwarna kekuningan sebanyak 1 gram dan % ekstrak kafein sebanyak 1%.
Perhitungan

IX. Pertanyaan pasca praktek
1. Apa yang menjadi perbedaan kafein pada teh dan kafein pada kopi berdasarkan percobaan yang telah di lakukan?
2. Apabila tidak ditambahkan asam sitrat apakah proses pemecahan kafein dapat terjadi dengan sendirinya?
3. Pada percobaan ini dilakukan penambahan etanol 99,5%, apa yang akan terjadi jika persentasinya kurang dari 99,5%?
X. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada percobaan ini adalah :
1. Isolasi senyawa bahan alam ini dapat dilakukan dengan beberapa teknik seperti ekstraksi, destilasi, bahkan jika hasil yang didapatkan belum mencapai tingkat kemurnian bisa dilakukan dengan teknik sublimasi.
2. Setelah dilakukan percobaan, dapat diketahui bahwa sifat-sifat kimia dari alkaloid ini yaitu bersifat basa karena umumnya mengandung paling sedikit 1 atom Nitrogen tiap molekulnya, berasa pahit. Alkaloid bebas juga tidak larut dalam air, melainkan larut dalam kloroform, eter, dan pelarut organic lainnya yang bersifat relative non polar.
XI. Daftar Pustaka.
Achmad. 2013. Kimia Organik Bahan Alam. Jakarta : Erlangga.
Muderawan. (2002). Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.
Murtono. (2009). Kandungan Kafein dan Karakteristik Morfologi Pucuk ENam Genotipe
Teh. Jurnal Nasional Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Vol. 2.
Ningrum, R., Purwanti, E., & Sukarsono. (2016). Identifikasi Senyawa Alkaloid dari Batang
Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) Sebagai Bahan Ajar Biologi Untuk SMA Kelas X. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia , 231-236.
Tim Kimia Organik II. 2020. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Dimana, perbedaan utamanya terletak pada bahan baku, kelompok 1 menggunakan teh sedangkan kel 5 menggunakan bubuk kopi. Lalu, pada kel 1 menggunakan proses sentrifugasi dalam pemisahan larutan sedangkan pada kel 5 menggunakan proses ekstraksi. Hasil yang didapatkan pada kel 1 lebih murni dibandingkan kel 5 dikarenakan pada kel 1 dilakukan proses rekristalisasi kembali pada kristal sedangkan pada kel 5 tidak dilakukan rekristalisasi kembali pada kristal kafein yang didapatkan, sehingga kristal kafein kel 1 berwarna putih sedangkan kel 5 berwarna kekuningan.
BalasHapusBaiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3, yaitu reaksi yang terjadi menjadi lambat bila presentasi etanol kurang dari 99,5%, dibandingkan dengan menggunakan etanol 99,5%. Terima kasih
BalasHapusbaiklah saya Palma Lubis akan mencoba menjawab permasalhan no 2 menurut saya dalam percobaan ini bisa akan tetaapi mungkin hasil yang didaptkan tidak akn sesuai dengan apa yang kita inginkan atau akan mendaptakan hasil yang kurang baik Terimakasih .
BalasHapus