JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN VIII
“ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (STEROID DAN TERPRENOID)”
DISUSUN OLEH :
NAMA : NADIYA QOTRUNNADA TOHIRI
NIM : A1C118073
KELAS : REGULER B 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN VIII
Judul : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Steroid dan Terpenoid)
II. Hari/Tanggal : Jumat/27 November 2020
III.Tujuan : Adapun tujuan pada percobaan ini antara lain :
1. Untuk menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khsusunya steroid dan terpenoid
2. Untuk mengenal sifat-sifat kimia steroid dan terpenoid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik
IV. Landasan Teori
Senyawa terpenoid adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6,Yang itu dua cincin aromatik yang an-nur kan oleh 3 atom karbon yang terdapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. terpenoid adalah senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen dan oksigen yang bersifat aromati sebagian terpenoid mengandung atom karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan 5. penyelidikan kimia selanjutnya menunjukkan pula bawah sebagian terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atom atau lebih unit C5 yang disebut isopren, Unit-unit isoprene biasanya saling berkaitan dengan teratur di mana kepala dari unit 1 berikatan dengan ekor unit yang lain, kepala adalah merupakan ujung terdekat ke cabang metil dan ekor merupakan ujung yang lain (Tim Kimia Organik II, 2020).
Steroid juga merupakan senyawa penting dalam pengobatan , keberadaanya sebagai salah satu diantara golongan senyawa metabollit sekunder diharapkan menjadi konstituen kimia yang memberi nilai pengobatan pada tumbuhan , struktur senyawanya pun cukup beragam . perbedaan tersebut disebabkan karena adanya gugus fungsi teroksidasi yang terikat pada cincin dan terjadinya oksidasi cincin karbonya (Nasrudin, 2017 ).
Steroid berperan penting bagi tubuh dalam menjaga keseimbangan garam, mengendalikan metabolisme dan meningkatkan fungsi organ seksual serta perbedaan fungsi biologis lainnya antara jenis kelamin. Tubuh manusia memproduksi steroid secara alami yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme (Bhawani dkk., 2011).
Steroid merupakan salah satu golongan senyawa metabolit sekunder golongan senyawa tersebut diketahui mempunyai aktivitas bioinsektisida , anti bakteri ,antifungi dan antidiabetes . Belum adanya penelitian terkait jenis senyawa steroid yang terdapat pada daun getah-getihan ,maka perlu dilakukan isolasi ,identifikasi senyawa steroid dari daun getih-getihan ,maka perlu dilakukan isolasi ,identifikasi senyawa steroid. Isolasi steroid dilakukan dengan metode merasi menggunakan pelarut universal yang berfungsi untuk mengambil semua senyawa organic yang terkandung dalam sampel daun getih-getihan (Hidayah,2016).
Terpenoid adalah senyawa metabolit sekunder terbesar dan paling beragam dari bahan alam, mulai dari struktur linear sampai pada molekul polisiklik dan dalam segi ukuran mulai dari hemiterpen dengan lima karbon hingga karet alam, yang terdiri dari ribuan unit isopren. Istila terpenoid berasal dari fakta bahwa senyawa pertama dari kelompok ini diisolasi dari minyak terpentin (destilat dari resin pohon sejenis pinus). Biasanya terpenoid diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana, eter atau kloroform dan dapat dipisahkan melalui kromatografi menggunakan silika gel atau alumina dengan pelarut yang sesuai (Ilyas, 2013).
V. Alat dan Bahan
Alat
- Tabung reaksi 20 buah - Plat tetes
- Elenmeyer 250 ml - Gelas kimia 200ml
- Pipet tetes - Corong gelas
- Lumpang - Gelas ukur
Bahan
- Pereaksi dragnedrof - Pereaksi meyer
- Perekasi wagner - Shinoda
- Kloroform - Etanol
- NaOH padatan - Iodine
- Metanol - Brusin
- Heksan - KI
VI. Prosedur Kerja
1. Simplisia tumbuhan 5 gr kering yang telah dirajang halus dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml
2. DiTambahkan 25 ml etanol diaduk-aduk, kemudian panaskan dia atas penangas air, jangan menggunakan api langsung akan terbakar.
3. Dipanaskan lebih kurang 10 menit, disaring dalam keadaan panas. Filtrat diuapkan pelarutnya dengan evaporador giratorio atau dengan menggunakan penangas air, sehingga diperoleh ekstrak pekat etanol.
4. Ekstrak pekat etanol tersebut selanjutnya ditriturasi dengan sediklit eter dan beberapa tetes larutan eter ini ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes dan dibiarkan kering.
5. Ditambahkan 2-3 tetes anhidrida asam asetat, diaduk dan dengan hati-hati ditambahkan I tetes asam sulfat pekat dan amati perobahan warna yang terbentuk. Timbulnya warna merah atau merah ungu yang tidak stabil. Reaksi harus dicek dengan menambahkan hanya asam sulfat pekat pada lobang plat tetes yang satu lagi, amati warna yang terjadi.
Permasalahan :
1. Mengapa dilakukan proses penyaringan dalam keadaan panas?
2. Ketika tahap ekstak pekat etanol ditriturasi dengan sediklit eter dan beberapa tetes larutan eter ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes dan dibiarkan kering. Apa tujuan dari di biarkan kering tersebut?
3. Apa tujuan dari ditambahkannya 1 tetes asam sulfat pekat?
saya adinda putri (A1C118008) Akan menjawab permasalahan no 2 dimana pengerigan disini bertujuan agar ekstrak mudah didapat .
BalasHapusSaya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Penyaringan dengan keadaan panas berfungsi untuk menghilangkan adanya zat pengotor yang tidak larut dalam pelarut.
BalasHapusTerimakasih
Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 3 dari dari saudari .
BalasHapusAsama sulfat pekat duteteskan tujuannya untuk pereakai pada larutan.
Terimakasih