Langsung ke konten utama

Laporan Percobaan IV PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)

 VII. Data Pengamatan 

No

Perlakuan

Tujuan

Hasil

1

Labu dasar bulat diisi magnet stirring, lalu diisi dengan 27,6 gr asam salisilat , dimasukkan kedalam labu, ditambahkan 30 ml metanol, 9 ml asam sulfat pekat 93%.

Digunakan asam salisilat sebagai bahan dasar, metanol sebagai reaktan dan pelarut, dan asam sulfat sebagai katalis, magnet stirring untuk pengadukkan nanti saat proses refluks

Dibagian bawah asam salisilat tidak larut, dibagian atas larutan berwarna ungu muda

2

Direfluks dengan labu didalam mantel pemanas, sambil diaduk dengan magnet stirring selama 1,5 jam

Untuk menyempurnakan hasil reaksi

Larutan menjadi sedikit kuning agak keruh, bening

3

Campuran didestilasi dengan dengan mantel pemanas sampai sisa metanol habis didalam campuran pada suhu 70,3C , selama menunggu dibuat larutan natrium bikarbonat jenuh didalam gelas kimia lain

Dilakukan didestilasi untuk menghilangkan sisa metanol dari campuran

Larutan menjadi sedikit kuning keruh

4

Residu dipindahkan ke gelas kimia lalu ditambahkan larutan natrium bikarbonat jenuh yang telah dibuat tadi, sambil diaduk sampai Ph nya berubah ( dari Ph asam menjadi Ph netral), lalu diaduk

Ditambahkan larutan natrium bikarbonat supaya menetralkan larutan

terdapat 2 lapisan, dibagian atas berwarna putih keruh, bagian bawah berwarna kuning yang lebih banyak dari pada bagian atas 

5

Dipindahkan campuran kedalam corong pisah, ditambahan diclorometana 30 ml, digoncang

Corong pisah digunakan untuk memisahkan komponen- komponen dalam campuran dan diclorometana digunakan sebagai pelarut

Terbentuk 2 lapisan berwarna kuning yang jumlahnya sedikit , lapisan bawah berwarna kuning keputihan dan keruh (lebih banyak dibandingkan bagian atas)

6

Lapisan bagian bawah dipindahkan gelas kimia, lalu dimasukkan kedalam labu dasar bulat, diisi dengan magnet stirring dilakukan destilasi dengan mantel pemanas, sambil diaduk, ditampung destilat pertama dengan labu dasar bulat, lalu ditambung destilat kedua dalam labu dasar bulat

Untuk mengurangi kadar air dan diklorometana dalam larutan, sehingga hanya menyisakan metil salisilat

Pada labu pertama larutan  berwarna putih keruh, pada labu dasar bulat kedua Larutan berwarna bening

7

Destilat labu kedua dipindahkan ke dalam botol hitam, lalu ditimbang

Untuk memudahkan menimbangkan produk yang dihasilkan

Larutan berwarna bening, dihasilkan 25,2 gram metil salisilat

 

VIII.   Pembahasan

Pada percobaan ini dilakukan pembuatan metil salisilat dengan menggunakan asam salisilat. Percobaan ini menggunakan prinsip reaksi esterifikasi. Dimana asam salisilat direaksikan dengan metanol untuk menghasilkan metil salisilat dan air (sebagai produk sampingan). Dalam percobaan ini juga digunakan katalis asam untuk mempercepat reaksi, dimana asam yang digunakan ialah asam sulfat pekat.

Reaksi pada proses pembuatan metil salisilat dilakukan didalam labu dasar bulat. Dimana asam salisilat sebanyak 27,6 gram dimasukan kedalam labu dasar bulat. Lalu kedalam labu tersebut ditambahkan metanol sebanyak 30 ml. Dimana fungsi dari penambahan metanol ini ialah sebagai reaktan yang akan bereaksi dengan asam salisilat. Selain metanol, ditambahkan pula 9 ml asam sulfat pekat 93% yang bertindak sebagai katalis yang akan mempercepat reaksi antara asam salisilat dan metanol. Larutan pada awal pencampuran sedikit larut dan lapisan atas larutan berwarna ungu muda. Larutan kemudian direfluks selama 1,5 jam, dimana proses refluks ini ialah agar reaksi dapat berlangsung lebih cepat dan reaksi berlangsung sempurna.

Hasil dari proses refluks ini ialah larutan sedikit keruh, yang kemudian larutan didestilasi. Dimana fungsi dari proses destilasi ini ialah untuk memisahkan sisa metanol dari campuran, didapat larutan sedikit kuning keruh. Setelah sisa metanol sudah sepenuhnya memisah, dipindahkan larutan kedalam gelas kimia. Selanjutnya ditambahkan larutan natrium bikarbonat jenuh kedalam gelas kimia hasil destilasi tersebut untuk menetralkan pH larutan ini. Larutan terpisah menjadi 2 lapisan dimana dibagian atas berwarna putih keruh, bagian bawah berwarna kuning. Kemudian larutan ini dipisahkan menggunakan corong pisah dan ditambahkan 30 ml diklorometana. Dimana fungsi penambahan diklorometana ini ialah sebagai pelarut, dimana metil salisilat larut dalam diklorometana. Didapatkan 2 lapisan lapisan atas berwarna kuning yang jumlahnya sedikit , lapisan bawah berwarna kuning keputihan dan keruh. Lapisan bawah kemudian dimasukkan dalam labu dasar bulat untuk dilakukan destilasi. Dimana proses destilasi kedua ini ialah untuk memisahkan metil salisilat dari diklorometana. Destilat pertama merupakan diklorometana, dan desstilat kedua merupakan metil salisilat. Kemudian destilat kedua ini yang merupakan metil salisilat murni dipindahkan kedalam botol untuk ditimbang. Didapatkan hasil metil salisilat sebanyak 25,2 gram.

Setelah kita mendapatkan hasil metil salisilat maka kita dapat menentukan besar rendemen dalam proses pembuatan metil salisilat ini. Dicari terlebih dahulu volume secara teoritis yang seharusnya dihasilkan dari percobaan ini. Setelah didapatkan volume secara teoritis, massa yang didapat dari percobaan dikonversi kedalam volume. Kemudian untuk menentukan rendemen, volume hasil percobaan dibagi dengan volume teoritis dikali 100%. Adapun perhitungannya sebagai berikut :





IX.      Pertanyaan :

1. mengapa pelarut yang ditambahkan ialah diklorometana, bagaimana jika digunakan pelarut ?

2.      natrium bikarbonat dapat digunakan untuk menetralkan produk, apakah bisa pada proses penetralan di gunakan senyawa lain ?

3. jumlah produk yang dihasilkan dalam percobaan tidak sama dengan jumlah produk secara teoritis, mengapa demjkian?

X.         Kesimpulan

Dari percobaan ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :

1.      Minyak gandapura atau metil salisilat dapat dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dan metanol dibantu dengan katalis asam sulfat pekat.

2.      Reaksi yang terjadi dalam percobaan ini ialah reaksi esterifikasi, dimana produk utama dari reaksi ini ialah berupa ester dan produk sampingan berupa air.

3.      Minyak gandapura atau metil salisilat berbentuk cair, memiliki warna bening kekuningan dan tidak larut dalam air. Metil salisilat memiliki titik didih sebesar 222oC.

 

XI.      Daftar Pustaka


 Fessenden, J. R. 1981. Kimia Organik. Jakarta:Erlangga.

Irwandi. 2014. Experiment’s of Organic Chemistry. Jakarta:Erlangga

Kusumo, Priyono. 2015. Proses Inaktivasi Enzim Gautherase Melalui

          Mixed Drying Extractim Untuk Pengambilan Gaultherin Sebagai

         Antikanker. Vol 1. No 1. ISSN : 1693-43933

Sulistyo, dkk. 2015. Sintesis Salisilat Nilida Dan Komponen Utama

        Minyak Gandapura. Vol.1 No.1

Tim Kimia Organik. 2015. Penuntun Praktikum Kimia Organik 2. Jambi:Universitas Jambi

        .

Komentar

  1. saya yupita sri rizki akan mencoba menjawab no 3 menurut saya mengapa berbeda jumlah prodek yang di hasil kan dengan prodek secara teoriti,kanda pada percobaan kita sering melakukan kesalahan atau kelalaian,dan juga produk yang di hasilkan itu tergantung pada perlakuannnya

    BalasHapus
  2. Saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pertanyaan no 2 dari saudari.
    Senyawa selain natrium bikarbonat untuk penwtralan ada, dengan tingkat an yang sama dengan natrium bikarbonat.

    BalasHapus
  3. Saya Jony erwin (098) akan menjawab permasalahan no 1 yaitu bisa saja pelarut tersebut diganti dengan yang lain asal mempunyai kesamaan misalnya yaitu kloroform

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Percobaan X ISOLASI SENYAWA p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR (KAEMFERIAM GALANGA L)

VII. Data Pengamatan PERLAKUAN TUJUAN HASIL 1.Kita gunakan 100 gr serbuk kencur dan direndam dengan etanol 150 ml. kita aduk dan kita tutup selama 24 jam Untuk dilakukan ekstraksi Berwarna kuning kecoklatan dan masih ada terdapat serbuk kencur 2. Selanjutnya Kita saring dan kita ambil filtratnya di erlenmeyer, kemudian ditambahkan sisa serbuk didalam gelas kimia dengan 100 ml etanol, diaduk, dan disaring kembali lalu dijadikan satu dengan filtrat yang pertama yang ada dierlenmeyer tadi -  Etanol sebagai pelarut Filtrat kencur yang berwarna kuning kecoklatan 2. Selanjutnya dilakukan pemekatan dengan rotary evaporator  sampai volume fitrat sepertiga volume awal dari yang kita dapatkan pada proses maserasi. - Untuk menghilangkan pelarut 3. Kita masukkan aquades secara perlahan melalui dinding gelas kimia setelah selesai , tutup dengan alumunium foil. Untuk memaksimalkan jumlah kristal yang akan terbentuk nantinya Larutan menjadi berwarna putih 4. Letakaan di freezer sel...

Laporan Percobaan III PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

  VII. Data Pengamatan N O PERLAKUAN TUJUAN PENGAMATAN 1. Dimasukkan asam salisilat 5 gram ke dalam labu, lalu ditambahkan larutan asam asetat 1:1 (20 ml air : 20 ml asam asetat pekat sebanyak 1 ml (20 tetes) Penambahan asam sulfat berfungsi sebagai katalisator Dihasilkan larutan berwarna putih keruh 2. Kemudian, larutan tersebut di refluks sampai terjadi perubahan warna Dilakukannya refluks bertujuan untuk menyempurnakan hasil reaksi Terjadi perubahan warna larutan dari putih keruh menjadi warna bening   VIII. Pembahasan Sintesis aspirin dilakukan dengan proses reaksi asetilasi pada gugus fenol, di mana pada praktikum kali ini dilakukan asetilisasi asam salisilat menggunakan katalis proton. Hasil akhirnya berupa aspirin yang memiliki wujud berwarna putih, panjang, menyerupai jarum bening. Jika dilakukan pada suasana berair maka pemb...